Rabu, 24 April 2019

Ejaan Yang Disempurnakan Dan Pilihan Kata atau Diksi

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN

Ejaan yang disempurnakan atau EYD adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring serta unsur serapan. EYD diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dan digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.

Huruf Kapital
*Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh:
  • - Eka adalah pacar saya
  • - Sebuah kapal tenggelam diserang pembajak 
*Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
  • - Robith berkata, "Pukulannya sangat hebat hingga ia tak dapat bangun kembali"
  • - Tata mengatakan, "Jaga dirimu baik-baik, Dek!"
*Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan nama kitab suci, termasuk ganti untuk Tuhan.
  • - Allah, Yang Mahakuasa, Islam, Kristen, Alkitab, Quran, Weda, Injil.
  • - Tuhan akan menunjukan jalan yang benar kepada hambanya.
  • - Bimbinglah Hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
*Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
  • - Haji Yoga
  • - Imam Syafii
  • - Nabi Muhammad S.A.W
*Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuit nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang.
  • - Presiden Soekarno
  • - Menteri Pertanian
  • - Gubernur Banten
  • - Profesor Yoga
*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, dan nama tempat.
  • - Siapakah walikota yang baru dilantik itu?
  • - Kapten Yoga telah naik pangkat menjadi mayor.
  • - Keponakan saya bercita-cita menjadi gubernur.

DIKSI ATAU PILIHAN KATA

Diksi adalah pemilihan kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Diksi merupakan ketepatan pilihan kata dan menjadi salh satu unsur yang sangat penting, baik itu dalam dunia tulis menulis dan dalam dunia tutur yang kita gunakan sehari-hari. diksi tidak hanya meliputi kata kata mana yang dipakai untuk mengugkapkan suatu ide atau gagasan, tetapi juga meliputi persoalan frasa, gaya bahasa, dan ungkapan.

Syarat-syarat ketepatan pilihan kata (diksi):
  1. membedakan makna denotasi dan konotasi dengan cermat, denotasi yaitu kata yang bermakna lugas dan tidak bermakna ganda. Sedangkan konotasi dapat menimbulkan makna yang bermacam-macam, lazim digunakan dalam pergaulan, untuk tujuan estetika, dan kesopanan.
  2. membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim, kata yang hampir bersinonim, misalnya: adalah, yaitu, yang, merupakan, dalam pemakaiannya berbeda-beda.
  3. membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya, misalnya: inferensi (kesimpulan) dan interferensi (saling mempengaruhi), sarat (penuh) dan syarat(ketentuan),
  4. tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan, pemakai kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus, misalnya: modern sering diartikan secara subjektif canggih. Menurut kamus, modern berarti terbaru atau mutakhir; canggih berarti banyak cakap, suka mengganggu, banyak mengetahui. bergaya intelektual.

Ciri-Ciri Diksi:
Setelah mengetahui syarat diksi, tentu kita juga harus mengetahui ciri-ciri diksi tersebut, dibawah ini merupakan ciri-ciri diksi, antara lain:
  1. Tepat dalam pemilihan kata untuk dapat mengungkapkan gagasan atau juga hal-hal yang diamanatkan
  2. Dapat digunakan untuk dapat membedakan secara tepat nuansa makna serta bentuk yang sesuai dengan gagasan serta juga situasi serta nilai rasa pembaca.
  3. Menggunakan pembendaharaan kata yang dipunyai masyarakat bahasanya serta dapat menggerakan dan juga memberdayakan kekayaan itu menjadi jaring kata yang jelas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar